MENCARI HUKUM ALLAH

“Sesungguhnya Hak Pembuat Hukum Hanyalah Allah swt”

  • Komentar Terbaru

    infogue di Penyebab Kecelakaan, Rok Mini…
    Esa di Kaulah jadi Penguasa Hati…
    Esa di Jubir HTI Ismail Yusanto: Cerm…
    dayati di Akibat menerima Telpon Saat HP…
    arRa II di GEMBONG2 MUNAFIK
    ressay di Jubir HTI Ismail Yusanto: Cerm…
    canaprasetya di Khilafah Bukan Sistem Tot…
    den Koplak di Pembela Akidah yang Vokal itu…
    Yannah Az Zahra di GEMBONG2 MUNAFIK
    khilafahstuff di RUMAH PALING ANGKER DI INDONES…
  • IP
  • Arsip

  • Flickr Photos

  • Tulisan Teratas

  • Berbisnis Dengan Syariah

    Posted by canaprasetya pada Juli 25, 2008

    JIKA ada keberuntungan, maka tidak akan euforia menerimanya, karena itu datangnya dari Allah SWT. Begitu pula jika meraih sukses, ungkapan syukur dan ikhlas kemudian berbagi dengan sesama adalah hal utama yang perlu dilakukan.

    Itulah semboyan jitu pengusaha muslim asal Banjarbaru, Ustad Lihan. Sosoknya sebagai pekerja keras tetapi sederhana dan hidup apa adanya memang menjadikannya sosok yang patut jadi inpirasi pebisnis Islami.“Tegar!” tegasnya seraya mengatakan, “orang bisnis harus tegar dan mempunyai etos kerja, semangat kerjanya harus tinggi, di samping itu kite harus menjalaninya dengan Lillahi Ta’ala” ujarnya saat BPost bersilaturahmi ke rumah sekaligus kantornya di kawaan Cindai Alus Rt 2 Martapura.Berawal dari hanya sebagai ustad di Ponpes Darul Hijrah Banjarbaru dan perantara jual beli sepeda motor 1998 lalu, Ustad Lihan kini mempunyai beberapa usaha yang tergabung dalam PT Tri Abadi Mandiri yang bergerak di berbagai bidang usaha.

    Sebut saja perdagangan Intan, Konsultan, wedding organizer, franchise restoran hingga toko permata yang mengantarkannya menjadi ‘miliarder’ baru.

    Bisnis trading atau perdagangan intan Ustad Lihan memang maju pesat. Ia telah menuai manis dari kerja kerasnya. Sekarang orang-orang berdecak kagum padanya.

    “Dulu saya sangat getir menghadapi hidup, saya berusaha keluar dari ketidakmampuan, karena bagi saya orang Islam harus berharta. Saya tidak harus sedih, saya mesti kerja keras!”, tegas lelaki kelahiran Lianganggang, 9 Juli 1974 ini mengenang masa silamnya.

    Kalender menunjukkan 1998. Di tahun ini seorang Lihan mengawali jejak usahanya sebagai perantara pedagang sepeda motor di Banjarmasin sambil menjadi Ustad di Ponpes Darul Hijrah.

    “Tetapi ini cuma berlangsung setahun karena permintaan menurun. Karena itu saya lalu beralih ke profesi lain yakni berdagangan intan kecil-kecilan dengan memakai modal orang lain,” papar alumnus Ponpes Darul Hijrah Banjarbaru ini.

    Sejak itulah, Lihan mulai mengenal perdangan intan yang juga hasil Banua ini. Walaupun fee-nya sedikit, tetapi membuatnya makin semangat.

    “Sayang, saat itu bos yang juga pemegang keuangannya melakukan penggelapan uang. Jadinya, mulai 2001 lalu mulai jualan sendiri dengan modal kecil,” jelasnya lagi.

    Ustad Lihan tidak cepat merasa puas dalam berbisnis. Dengan bekal kerja kerasnya, ia kembangkan bisnisnya dengan nama PT Tri Abadi Mandiri di 2004 bidang lain seperti franchise makanan di Banjarmasin dan Banjarbaru.

    Kemudian mendirikan cabang PT di beberapa daerah seperti Balikpapan, Jakarta, Bogor, Bandung, Malang dan Lampung.

    Bisnis adalah hobi yang menyenangkan Ustad Lihan. Terlebih ketika perusahan itu miliknya sendiri, sehingga ia merasa sangat nikmat menjalaninya.

    Ia mengaku bahagia dapat membuka lapangan kerja. “Semua saya jalani karena mencari ridho Allah SWT”, kata ayah dari Nur Raudhi Jahria dan Aini Mayan Fa’Ani.

    “Kita tak bisa bilang jadi pebisnis terbik. Kita cuma ingin ikuti syari’at-Nya saja. Kalau dapat untung besar, bersyukur, ya Allah nikmat-Mu sangat besar padaku, kemudian kita bagi kepada yang layak menerimanya. Bertambah besar sedekah kita, Insya Allah banyak pahalanya” jelasnya.

    Baginya, bekerja harus Lillahi Ta’ala. Berbisnis tidak semata-mata untuk keuntungan, melainkan juga untuk ibadah. Sebagai sosok pengusaha muslim, ia menegaskan pentingnya dekat dengan Allah SWT.

    Ia berusaha menjalankan ibadah dengan tertib kemudian berbakti kepada orangtua, keluarga maupun saudara-saudara, hubungan dengan teman-teman, setelah itu baru berbisnis. “Jadi, bisnis mempunyai kekuatan di hamblum minannas supaya berkah”, katanya

    Diposting cana Prasetya SH Dari : http://lihan.net/

    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: