MENCARI HUKUM ALLAH

“Sesungguhnya Hak Pembuat Hukum Hanyalah Allah swt”

  • Komentar Terbaru

    infogue di Penyebab Kecelakaan, Rok Mini…
    Esa di Kaulah jadi Penguasa Hati…
    Esa di Jubir HTI Ismail Yusanto: Cerm…
    dayati di Akibat menerima Telpon Saat HP…
    arRa II di GEMBONG2 MUNAFIK
    ressay di Jubir HTI Ismail Yusanto: Cerm…
    canaprasetya di Khilafah Bukan Sistem Tot…
    den Koplak di Pembela Akidah yang Vokal itu…
    Yannah Az Zahra di GEMBONG2 MUNAFIK
    khilafahstuff di RUMAH PALING ANGKER DI INDONES…
  • IP
  • Arsip

  • Flickr Photos

  • Tulisan Teratas

  • Perjalanan “Cat Stevens” Menjadi “Yusuf Islam”

    Posted by canaprasetya pada Juni 11, 2008

    “Aku dilahirkan di London, jantung dunia Barat. Aku dilahirkan di era televisi dan angkasa luar. Aku dilahirkan di era teknologi mencapai puncaknya di negara yang terkenal dengan peradabannya, negara Inggris. Aku tumbuh dalam masyarakat tersebut dan aku belajar di sekolah Katholik yang mengajarkanku tentang agama Nashrani sebagai jalan hidup dan kepercayaan. Dari sini pula aku mengetahui apa yang harus kuketahui tentang Allah, al-Masih ‘Alaihis-salaam dan taqdir, yang baik maupun yang buruk.”

    “Mereka banyak memberitahuku tentang Allah, sedikit tentang al-Masih dan lebih sedikit lagi tentang Ruhul Qudus (Jibril).”

    “Kehidupan di sekelilingku adalah kehidupan materi. Paham materialis gencar diserukan dari berbagai media informasi. Mereka mengajarkan, kekayaan adalah kekayaan harta benda yang sesungguhnya, dan kefakiran adalah ketiadaan harta benda secara hakiki. Amerika adalah contoh negara kaya dan negara-negara dunia ketiga adalah contoh kemiskinan, kelaparan, kebodohan, dan kepapaan.
    Karena itu, aku harus memilih dan meniti jalan kekayaan, supaya aku bisa hidup bahagia; supaya aku dapat kenikmatan hidup. Karena itu, aku membangun falsafah hidup bahwa dunia tidaklah ada kaitannya dengan agama. Falsafah inilah yang aku jalani, agar aku mendapatkan kebahagiaan jiwa.”

    “Lalu, aku mulai melihat kepada sarana untuk meraih kesuksesan. Dan, cara yang paling mudah -menurutku- adalah dengan membeli gitar, mengarang lagu, dan menyanyikannya sendiri. Aku lalu tampil di hadapan mereka. Inilah yang benar-benar aku lakukan dengan membawa nama “Cat Stevens”. Dan tidak berapa lama, yakni ketika aku berusia 18 tahun, aku telah menyelesaikan rekaman dalam delapan kaset. Setelah itu banyak sekali tawaran. Dan aku pun bisa mengumpulkan uang yang banyak. Di samping itu, pamorku pun mencapai puncak.”

    “Ketika aku berada di puncak ketenaran, aku melihat ke bawah. Aku takut jatuh! Aku dihantui kegelisahan. Akhirnya, aku mulai minum minuman keras satu botol setiap hari, supaya memotivasi keberanianku untuk menyanyi. Aku merasa orang-orang di sekelilingku berpura-pura puas. Padahal, dari wajah mereka, tak seorang pun tampak puas, kepuasan yang sesungguhnya. Semuanya harus munafik, bahkan dalam jual beli dan mencari sesuap nasi, bahkan dalam hidup! Aku merasa, ini adalah sesat. Dari sini, aku mulai membenci kehidupanku sendiri. Aku menghindar dari orang banyak. Aku lalu jatuh sakit. Aku kemudian diopname di rumah sakit karena sakit paru-paru. Ketika di rumah sakit kondisiku lebih baik karena mengajakku berpikir.”

    “Aku memiliki iman kepada Allah. Tetapi, gereja belum mengenalkanku siapakah Tuhan itu dan aku tak mampu sampai pada hakikat Tuhan sebagaimana yang dibicarakan gereja! Pikiranku buntu. Maka, aku memulai berpikir tentang jalan hidup yang baru. Aku memiliki buku-buku tentang akidah dan masalah ketimuran. Aku mencari tentang Islam dan hakikatnya. Dan seperti ada perasaan, aku harus menuju pada titik tujuan tertentu, tetapi aku tidak tahu keberadaan dan pengertiannya.”

    “Aku tidak puas berpangku tangan, duduk dengan pikiran kosong. Aku mulai berpikir dan mencari kebahagiaan yang tidak kudapatkan dalam kekayaan, ketenaran, puncak karir maupun di gereja. Maka aku mulai mengetuk pintu Budha dan falsafah China. Aku pun mempelajarinya. Aku mengira, kebahagiaan adalah dengan mencari berita apa yang akan terjadi di hari esok, sehingga kita bisa menghindari keburukannya. Aku berubah menjadi penganut paham Qadariyyah. Aku percaya dengan bintang-bintang, mencari berita apa yang akan terjadi. Tetapi, semua itu ternyata keliru.
    Aku lalu pindah kepada ajaran komunis. Aku mengira bahwa kebajikan adalah dengan membagi kekayaan alam ini kepada setiap manusia. Tetapi, aku merasa bahwa ajaran komunis tidak sesuai dengan fitrah manusia. Sebab, keadilan adalah engkau mendapat sesuai apa yang telah engkau usahakan, dan ia tidak lari ke kantong orang lain.”

    “Lalu, aku berpaling pada obat-obat penenang. Agar aku memutuskan mata rantai berbagai pikiran dan kebimbangan yang menyesakkan. Setelah itu, aku mengetahui bahwa tidak ada akidah yang bisa memberikan jawaban kepadaku. Yang bisa menjelaskan kepadaku hakikat yang sedang aku cari. Aku putus asa. Dan ketika itu aku belum mengetahui tentang Islam sama sekali. Maka aku tetap pada keyakinanku semula, pada pemahamanku yang pertama, yang aku pelajari dari gereja. Aku menyimpulkan bahwa kepercayaan-kepercayaan yang aku pelajari itu adalah keliru. Dan bahwa gereja sedikit lebih baik daripadanya. Aku kembali lagi kepada gereja. Aku kembali mengarang musik seperti semula. Dan aku merasa Kristen adalah agamaku. Aku berusaha ikhlas demi agamaku. Aku berusaha mengarang lagu-lagu dengan baik. Aku berangkat dari pemikirang Barat yang bergantung pada ajaran-ajaran gereja. Yakni, ajaran yang memberikan inspirasi kepada manusia bahwa dia akan sempurna seperti Tuhan jika ia melakukan pekerjaannya dengan baik serta ia mencintai dan ikhlas terhadap pekerjaannya.”

    “Pada tahun 1975 terjadi suatu yang luar biasa, yakni ketika saudara kandungku tertua memberiku sebuah hadiah berupa satu mushaf Alquran. Mushaf itu masih tetap bersamaku sampai aku mengunjungi al-Quds Palestina. Setelah kunjungan tersebut, aku mulai mempelajari kitab yang dihadiahkan oleh saudaraku itu. Suatu kitab yang aku tidak mengetahui apa isi di dalamnya, juga tak mengetahui apa yang dibicarakannya. Lalu aku mencari terjemahan Alquran al-Karim setelah aku mengunjungi al-Quds. Pertama kalinya, melalui Alquran aku berpikir tentang apa itu Islam. Sebab, Islam menurut pandangan orang Barat adalah agama yang fanatik dan sektarian. Dan umat Islam itu sama saja. Mereka adalah orang-orang asing, baik Arab maupun Turki. Kedua orang tua saya berdarah Yunani. Dan orang Yunani sangat benci kepada orang Turki Muslim. Karena itu, seyogyanya aku membenci Alquran yang merupakan agama dan pedoman orang-orang Turki, sebagai dendam warisan. Tetapi, aku memandang, aku harus mempelajarinya (terjemahannya). Tidak mengapa aku mengetahui isinya.”

    “Sejak pertama, aku merasa bahwa Alquran dimulai dengan Bismillah (dengan nama Allah), bukan dengan nama selain Allah. Dan ungkapan Bismillahirrahmanirrahiim begitu sangat berpengaruh dalam jiwaku. Lalu surat al-Fatihah itu berlanjut dengan Faatihatul Kitab, Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin. Segala puji milik Allah Sang Pencipta sekalian alam, dan Tuhan segenap makhluk.
    Sampai waktu itu, pemikiran saya tentang Tuhan begitu lemah tak berdaya. Mereka mengatakan kepadaku, ‘Sesungguhnya Allah adalah Maha Esa, tetapi terbagi menjadi tiga dzat! Bagaimana? Saya tidak mengerti’!”

    “Dan, mereka mengatakan kepadaku, “Sesungguhnya Tuhan kita bukanlah Tuhannya orang Yahudi.”
    Adapun Alquran, maka ia mulai dengan beribadah kepada Allah Yang Maha Esa, Tuhan segenap alam semesta. Alqura menegaskan keesaan Sang Pencipta. Dia tidak memiliki sekutu yang berbagi kekuasaan dengan-Nya. Dan, ini adalah pemahaman baru bagiku. Sebelumnya, sebelum aku mengetahui Alquran, aku hanya mengetahui adanya pemahaman kesesuaian dan kekuatan yang mampu mengalahkan mu’jizat. Adapun sekarang, dengan pemahaman Islam, aku mengetahu bahwa hanya Allah semata yang mampu dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    “Hal itu masih dibarengi dengan keimanan terhadap hari akhir dan bahwa kehidupan akhirat itu abadi. Jadi, tidaklah manusia itu dari segumpal daging kemudian berubah setiap hari kemudian menjadi debu, sebagaimana yang dikatakan oleh ahli biologi. Sebaliknya, apa yang kita lakukan dalam kehidupan dunia ini sangat menentukan keadaan yang akan terjadi dalam kehidupan di akhirat nanti. Alquran-lah yang menyeruku kepada Islam. Maka aku pun memenuhi seruannya. Adapun gereja yang menghancurkanku dan membuatku lelah dan letih, maka dialah yang mengantarkanku kepada Alquran. Yakni, ketika aku tidak mampu menjawab berbagai pertanyaan jiwa dan kalbuku.”

    “Di dalam Alquran aku melihat sesuatu yang asing. Ia tidak sama dengan kitab-kitab lain. Ia tidak mengandung beberapa bagian atau sifat-sifat yang ada dalam kitab-kitab agama lain yang telah kubaca. Di sampul Alquran juga aku tidak mendapatkan nama pengarangnya. Karena itu, aku yakin betul dengan makna wahyu yang Allah wahyukan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diutus-Nya. Kini aku telah memahami dengan jelas betul tentang perbedaan Alquran dengan Injil yang ditulis oleh tangan-tangan pengarang yang berbeda-beda sehingga melahirkan kisah-kisah yang bertentangan.
    Aku berusaha untuk mencari kesalahan di dalam Alquran, tetapi aku tidak menemukannya. Semua isi Alquran adalah sesuai dengan pemikiran keesaan Allah yang murni. Dari sini, aku mulai mengenal tentang apa itu Islam.”

    “Alquran bukanlah satu-satunya risalah. Sebaliknya, di dalam Alquran didapatkan nama-nama semua nabi yang dimuliakan oleh Allah. Alquran tidak membeda-bedakan antara satu dengan yang lainnya. Dan teori ini sangat logis. Sebab, jika anda beriman kepada seorang nabi dan tidak kepada yang lainnya, berarti anda telah mengingkari dan menghancurkan kesatuan risalah. Dari sejak itu, aku memahami bagaimana berantainya risalah sejak awal penciptaan manusia. Dan bahwa manusia sepanjang sejarah selalu terdiri dari dua barisan, mu’min dan kafir. Alquran telah menjawab semua hal yang kupertanyakan. Dengan demikian, aku merasa bahagia. Kebahagiaan mendapatkan kebenaran.”

    “Aku mulai membaca Alquran semuanya, sepanjang satu tahun penuh. Aku mulai menerapkan pemahaman yang aku baca dari Alquran. Saat itu aku merasa bahwa akulah satu-satunya muslim di muka bumi ini. Lalu aku berpikir bagaimana aku menjadi muslim yang sesungguhnya. Maka aku pergi ke masjid London dan aku mengumumkan keislamanku. Aku mengatakan, ‘Asyhadu anlaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah’.”

    “Ketika itu, aku yakin bahwa Islam yang kupeluk adalah risalah yang berat, bukan suatu pekerjaan yang selesai dengan sekedar mengucapkan dua kalimat syahadat. Aku telah dilahirkan kembali. Dan aku telah mengetahui ke mana aku berjalan bersama saudara-saudara muslimku yang lainnya. Sebelumnya, aku sama sekali tidak pernah menemui salah seorang dari mereka. Seandainya pun ada seorang muslim yang menemuiku dan mengajakku kepada Islam, tentu aku menolak ajakkannya, karena keadaan umat Islam yang diremehkan dan diolok-olok oleh media informasi Barat. Bahkan, media umat Islam sendiri sering mengolok-olok hakikat Islam. Mereka justru sering mendukung berbagai kedustaan dan kebohongan yang dilontarkan oleh musuh-musuh Islam, padahal mereka ini tidak mampu memperbaiki bangsa mereka sendiri yang kini telah dihancurkan oleh penyakit-penyakit akhlak, sosial, dan sebagainya.”

    “Aku telah mempelajari Islam dari sumbernya yang utama, yaitu Alquran. Selanjutnya, aku mempelajari sejarah hidup (sirah) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bagaimana beliau dengan perilaku dan sunnahnya mengajarkan Islam kepada umat Islam. Aku lalu mengetahui kekayaan yang agung dari kehidupan dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku sudah lupa musik. Aku bertanya kepada kawan-kawanku, “Apa aku mesti melanjutkan karir musikku?” Mereka menasihatiku agar aku berhenti, sebab musik akan melalaikan dari mengingat Allah. Dan itu bahaya besar. Aku menyaksikan pemuda-pemudi yang meninggalkan keluarga mereka dan hidup di tengah-tengah musik dan lagu. Ini adalah sesuatu yang tidak diridhai oleh Islam, yang menganjurkan dibangunnya generasi-generasi tangguh.”

    Itulah sekilas kisah islamnya seorang penyanyi terkenal dari Inggris. Ia setelah memeluk Islam mengubah namanya menjadi Yusuf Islam. Allah telah mengganti segala yang ia dapatkan dari musik yang kemudian dia tinggalkan dengan hidayah iman kepada-Nya yang tak dapat dibandingkan dengan apa pun jua.

    Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Idonesia

    Diposting Cana Prasetya SH dari : http://islam.blogsome.com/

    <!– –>

    30 Comments »

    The URI to TrackBack this entry is: http://islam.blogsome.com/2005/11/27/perjalanan-cat-stevens-menjadi-yusuf-islam/trackback/

    1. cerita sangat bagus dan menyentuh hati. terima kasih atas semuanya semoga allah memberikan keistoqomahan kepada yusuf islam. amin…..Comment by sultan — 24 January 2006 @ 3:29 am
    2. Ya Allah, limpahkan rahmatMu tuk Yusuf. Limpahkanlah, limpahkanlah…semoga akan ada ‘Yusuf’-‘Yusuf’ baru di negeri yang penuh selebriti ini…amin.Comment by redza — 21 February 2006 @ 8:30 am
    3. ya Allah kuatkanlah iman pada kami dan saudara2 kami serta berilah kami petunjukComment by stanford — 25 February 2006 @ 4:37 am
    4. itulah Hidayah, semoga allah senantiasa memberikan segalah petunjuk dan hidayahnya kepada kita sehingga kita bisa menjadi manusia – manusia yang benar – benar mampu menjalankan apa yang telah diperintah-NYA dan menjauhi segala hal yang dilarang-NYA.Comment by Muhammad Syaifuddin — 17 January 2007 @ 4:50 am
    5. subhanallah ini cerita yang sangat bagus dan mudah2an orang yang membaca cerita ini semakin bisa memahami islam karena islam adalah agama yang paling sempurna dari agama yang lain. berbahagialah kamu “yusuf islam” karena Allah menyayangimuComment by nur_aini — 15 February 2007 @ 5:09 am
    6. Alhamdulillahirobbil’alamin..
      Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan penguasa semesta alam

      Comment by Rachman — 27 March 2007 @ 6:41 pm

    7. Thanks u Allah, Thanks u Allah.
      Semoga Allah senantiasa menyayangi kita semua, dan menyelamatkan hidup kita, baik di dunia mapun di akherat…Amien

      Comment by ikhwan — 18 April 2007 @ 8:12 am

    8. Alhamdulillah.
      Berbahagialah yusuf islam, hidayah adalah harapan semua muslim, dan kau telah mendapatkannya.

      Comment by anjahul — 26 April 2007 @ 1:56 am

    9. minta izin copy kisah ni. tima kasihComment by nurul hidayah — 6 June 2007 @ 9:38 am
    10. Alhamdulillah…..Maha Besar Engkau ya Allah, memberikan petunjukMu atas orang – orang yang engkau kehendaki, Yusuf Islam saudaraku….engkau telah diberikan hidayah-Nya, teruslah bersujud dan bersyukur kepadaNya, Amin…Comment by A.MUH YASIR — 30 July 2007 @ 1:43 pm
    11. Terima kasih. Kisah ini mau saya sampaikan kepada murid-murid saya.Comment by Hamid — 18 August 2007 @ 12:23 am
    12. Subhanallah … jadi malu sama Yusuf Islam, beliau benar-benar mencari kebahagian yang hakiki, sedangkan banyak orang (mungkin salah satunya saya) yang telah dekat dengan ‘kebahagian hakiki’ tersebut tetapi tidak berusaha menggapainya …Comment by Siska — 13 September 2007 @ 1:19 pm
    13. Allahu akbarComment by sami humaira — 21 September 2007 @ 4:35 am
    14. Allahu Akbar…
      Tidak ada suatu kebahagiaan apabila kita mendapatkan hidayah dari Allah SWT.
      Apalah artinya hidup bergelimang harta dan popularis tanpa mati dalam keadaan Islam..karena Kelak agama yang diterima di sisi Allah hanya Islam…

      Comment by benino — 30 September 2007 @ 5:29 am

    15. alhamdulillah..semoga bertambah lagi uamt islam di muka bumi ini.kita yang dilahirkan memang islam mestilah mencontohi sikap yusof yg berusaha mengenal islam lebih dekat..allah huakbar!Comment by mastura — 6 October 2007 @ 9:15 am
    16. Subhanalloh… walhamdulillah…, itulah yang dinamakan kebahagian yang hakiki, ni’mat iman dan islam.Comment by aan — 8 October 2007 @ 9:15 am
    17. Subhanallah..kisah yang sangat inspiratif. Memotivasi bagi diri kita untuk lebih mengenal Islam. Mungkin lebih menarik lagi jika ditambahkan cerita dari video sejarah yusuf islam di youtube.Comment by adib — 29 October 2007 @ 5:34 am
    18. Mohon ijin untuk copy kisah ini, untuk dijadikan bahan renungan dan rujukan dalam mengantar anak-anak tumbuh dewasa.Comment by R.Suwono — 17 November 2007 @ 2:49 pm
    19. yusuf Islam adalah salah satu contoh bahwa tiada agama yang paling benar kecuali Islam. Allahu Akbar !Comment by deni — 24 December 2007 @ 10:18 am
    20. Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah ALLOHU AKBAR !!!Comment by Channa — 9 January 2008 @ 3:25 am
    21. Alhamdulillah… segala puji bagi ALLAH “mohon ditambahkan cerita2 lagi” trimsComment by didit hendayan — 29 January 2008 @ 5:18 am
    22. subhanallah…semoga kita juga mendapat hidayah dari Allah SWT aminComment by jaja subagja — 30 January 2008 @ 4:46 am
    23. subhanallah hidayah itu benar-benar datang, bagi siapa saja yang di kehendaki-Nya (siapa saja yang mencari hidayah)Comment by rahma — 22 February 2008 @ 10:56 am
    24. q sangat terkesan dg kmu yusuf islam………..
      allahu akbar

      Comment by hery — 25 March 2008 @ 8:06 am

    25. Subhanallah, semoga Yusuf Islam tetap dalam lindungan ALLAH dan tetap dalam barisan umat Nabi Muhammad, dan semoga ALLAH memberikan hidayahnya kepada Artis sekaliber Yusuf Islam.Comment by Diah Kartika Sari — 4 April 2008 @ 12:21 pm
    26. subhaanallaah. bagus sekali ceritanya. semoga kita yang membaca cerita ini menjadi bersyukur atas nikmat iman yang diberikan ALLAH SWT pada kita. AlhamdulillaaaahComment by widya astuti — 29 April 2008 @ 10:07 am
    27. semoga ALLAH menjadikan yusf islam ahli sorga. AminComment by widya astuti — 29 April 2008 @ 10:09 am
    28. semoga Allah selalu menemani setiap langkah yang ia lakukanComment by Apriyanti Lustini — 24 May 2008 @ 3:14 pm
    29. Subhanallah …Comment by izam — 26 May 2008 @ 1:18 am
    30. kalau orang barat mau mempelajari islam seperti cat steven niscaya dunia barat akan terbuka matanya kalau islam adalah agama terbuka untuk semua bangsa tanpa memandang suku warna kulit dan agama yg cinta damai karena memulai segala sesuatu dengan mengucap dengan nama ALLAH yg maha pengasih dan penyayan
    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: