MENCARI HUKUM ALLAH

“Sesungguhnya Hak Pembuat Hukum Hanyalah Allah swt”

  • Komentar Terbaru

    infogue di Penyebab Kecelakaan, Rok Mini…
    Esa di Kaulah jadi Penguasa Hati…
    Esa di Jubir HTI Ismail Yusanto: Cerm…
    dayati di Akibat menerima Telpon Saat HP…
    arRa II di GEMBONG2 MUNAFIK
    ressay di Jubir HTI Ismail Yusanto: Cerm…
    canaprasetya di Khilafah Bukan Sistem Tot…
    den Koplak di Pembela Akidah yang Vokal itu…
    Yannah Az Zahra di GEMBONG2 MUNAFIK
    khilafahstuff di RUMAH PALING ANGKER DI INDONES…
  • IP
  • Arsip

  • Flickr Photos

  • Tulisan Teratas

  • Aksi Intelejen itupun terjadi…. BODOH !!!

    Posted by canaprasetya pada Juni 2, 2008

    Minggu 1 Juni 2008


    Berikut pantauan media yang berkembang yang sebelumnya telah kami duga akan terjadinya bentrokan..
    Bentrok dengan FPI, 6 Aktivis AKKB Luka Serius (okezone.com)
    JAKARTA – Aktivis Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama (AKKB) yang mengalami luka serius sebanyak enam orang dan puluhan lainnya terkena pukulan dengan kayu, bambu, pentungan yang dilakukan oleh massa Front Pembela Islam (FPI).

    “Selain memukuli mereka juga merusak soundsystem, merebut dan merusak spanduk yang dibawa oleh AKKB,” kata Ketua LBH Ampera Saragih di Galeri Nasional Monas, Jakarta, Minggu (1/6/2008).

    Salah satu korban bernama Eddie Juwono kepada okezone mengatakan, dirinya sempat dipukuli, dijambak, dan ditendang oleh salah seorang anggota FPI atau HTI yang juga disaksikan oleh Munarman. Dia juga sempat dimaki-maki, “Kamu bukan Islam kan?” “Kamu bela Ahmadiyah ya?” “Jangan macam-macam kami orang Islam tidak takut mati.”

    Menurut aktivis AKKB Natsir, massa FPI dan HTI, memungkul siapa saja yang ikut aksi AKKB, baik anak-anak maupun ibu-ibu. “Ada seorang anak kecil yang dibawa ke RS Tanah Abang karena dipukuli,” terang dia.Saat ini, aktivis AKKB masih berkumpul di Galeri Nasional Monas. Sejumlah tokoh yang turut memberikan dukungan moral kepada AKKB di Galeri Nasional adalah Gunawan Mohammad, Eddie Brokoli, Nia Dinata, dan lainnya.

    Aparat kepolisian saat terjadi aksi bentrok hanya sekadar menghalau massa FPI dan HTI, tanpa melakukan penangkapan. “Polisi sepertinya membiarkan mereka memukuli kami,” ujar Natsir. (mbs)

    Massa FPI Merangsek Aliansi Kebangsaan
    antara.com mitranews

    Jakarta – Sekitar 200 orang yang beratribut Front Pembela Indonesia (FPI) terlibat bentrok dengan Aliansi Kebangsaan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang baru selesai mengadakan aksi damai di Silang Monas, Jakarta, Minggu siang.

    Sekitar 200 orang beratribut FPI itu tiba-tiba merangsek masuk ke Silang Monas tempat aksi damai Aliansi Kebangsaan berlangsung.

    Massa FPI mengejar bahkan melakukan pemukulan dengan menggunakan tongkat kepada para pengikut Aliansi Kebangsaan itu termasuk perempuan. Bahkan satu orang aparat kepolisian pun sempat dikeroyok oleh lima anggota FPI.

    Mereka mengejar dan memukuli sambil meneriakkan yel-yel anti Ahmadiyah.

    Bentrok pun akhirnya dilerai oleh sebagian massa PDI-Perjuangan yang juga baru selesai melakukan peringatan Kebangkitan Pancasila.

    Beberapa saat kemudian aparat mulai berdatangan, untuk mengamankan para pengikut Aliansi Kebangsaan yang sudah tampak kocar-kacir menyelamatkan diri.

    Aparat terlambat datang, karena harus mengamankan aksi demonstrasi di depan Istana Merdeka.

    Hingga kini situasi masih dapat dikendalikan meski masih ada massa yang berusaha melawan aparat. (*Antara/MitraNews)

    Munarman: FPI Punya Alasan Kuat Bubarkan Massa AKK-BB

    Fitraya Ramadhanny – detikcom

    Jakarta – Meski memukuli massa dan beberapa kendaraan bermotor, Front Pembela Islam (FPI) mengaku punya alasan yang kuat untuk membubarkan kegiatan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) Menurut mereka, aksi AKK yang mendukung aliran Ahmadiyah sudah keterlaluan karena aliran tersebut jelas-jelas organisasi kriminal.

    “Janganlah kita dikatakan anarkis, Ahmadiyah itu organisasi kriminal,” kata Tim Advokasi Forum Umat Islam sekaligus Jubir FPI Munarman ditengah kerusuhan yang terjadi di Monas, Mingngu (1/6/2008).

    Bagi FPI, sudah tidak ada lagi negosiasi soal eksistensi Ahmadiyah karena semua pelik mengenai aliran ini sudah diputuskan melalui rapat Bakorpakem.

    “Yang penting Bakorpakem sudah menyatakan Ahmadiyah sesat dan menyesatkan, nggak ada nego lagi,” katanya.

    Untuk itulah berbagai elemen gerakan Islam termasuk FPI sengaja menggelar aksi di Monas untuk membubarkan apel akbar tersebut.

    Sekitar 500 orang tiba-tiba menyerang dan memukuli peserta AKK-BB yang sedang menggelar perhelatan di Monas. Para penyerang, yang sebagian adalah anggota FPI, memukuli massa AKK-BB dan kendaraan yang ada di lokasi.

    ( lih / ken )

    Usai Mengamuk, Massa FPI ke Istana Minta SBY-JK Turun

    detik.com

    Jakarta – Usai melakukan penyerangan terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB), massa beratribut Front Pembela Islam (FPI) bergabung dengan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Istana Negara. Mereka menolak kenaikan harga BBM.

    Hingga pukul 15.45 WIB, Minggu (1/6/2008), massa FPI masih berdemo di Istana Negara. Sedangkan massa Front Pembebasan Rakyat (FPR) yang sebelumnya bergabung dengan massa Hizbut Tahrir telah meninggalkan Istana Merdeka.

    Saat ini hanya tinggal massa FPI, HTI dan Gerakan Reformis Islam yang masih berdemo di Istana Merdeka. Massa FPI mengecam sikap pemerintah yang menaikkan harga BBM sehingga membuat rakyat kesulitan.

    “Kita minta SBY-JK turun karena sudah menyengsarakan rakyat dengan kenaikan harga BBM,” teriak seorang pengunjuk rasa dari FPI.

    Tampak juga sebagian massa FPI tampak duduk-duduk tepat di depan Istana Merdeka. Mereka masih terus berunjuk rasa.
    Sumber :revolusidamai.multiply.com

    Redaksi: canaprasetya.wordpress.com


    Monas Rusuh
    Negara Akan Ambil Tindakan Hukum

    detik.com

    Jakarta – Penyerangan yang dilakukan massa FPI terhadap aktivis Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) di Monas dikecam kalangan Istana.

    “Negara wajib melindungi warga negaranya. Dan karena itu, negara melalui aparat penegak hukum, mengambil tindakan hukum terhadap para pelanggar hukum,” kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng.

    Hal itu dia sampaikan kepada detikcom, Minggu (1/6/2008).

    Andi menjelaskan, Indonesia adalah negara hukum. Itu sebabnya, warga negara tidak boleh melakukan pelanggaran hukum terhadap warga negara lainnya.

    “Apalagi sampai melanggar hak asasinya,” pungkasnya.

    1 komentar:

    aljauhari mengatakan…
    waspadai unsur kesengajaan terkait bentrokan FPI terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKK-BB) di Monas tadi siang. Permainan kotor penguasa untuk menghancurkan pejuang syariah. Inilah taktik penguasa ketika tidak mampu berargumentasi secara cerdas. Inilah keberpihakan penguasa terhadap asing.

    2008 Juni 1 06:10
    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

     
    %d blogger menyukai ini: