MENCARI HUKUM ALLAH

“Sesungguhnya Hak Pembuat Hukum Hanyalah Allah swt”

  • Komentar Terakhir

    infogue di Penyebab Kecelakaan, Rok Mini…
    Esa di Kaulah jadi Penguasa Hati…
    Esa di Jubir HTI Ismail Yusanto: Cerm…
    Refa di Buku Tamu
    dayati di Akibat menerima Telpon Saat HP…
    arRa II di GEMBONG2 MUNAFIK
    ressay di Jubir HTI Ismail Yusanto: Cerm…
    baguscokie di Down Load
    canaprasetya di Khilafah Bukan Sistem Tot…
    den Koplak di Pembela Akidah yang Vokal itu …
  • IP
  • Arsip

  • Flickr Photos

    OMG ! [ Explore #1 ]

    More Photos
  • Tulisan Teratas

  • Arsip untuk September 17th, 2008

    Jubir HTI Ismail Yusanto: Cermin Rusaknya Kapitalisme

    Ditulis oleh canaprasetya di/pada September 17, 2008

    HTI-Press. Sebanyak 21 orang meninggal di Pasuruan dalam pembagian zakat Senin (15/9). Hanya untuk memperoleh uang zakat sebesar Rp30 ribu mereka rela mengorbankan dirinya. Mengapa itu bisa terjadi? Apakah begitu miskinnya rakyat kita sehingga tidak ada jalan keluar lain untuk mengatasi berbagai persoalan hidupnya. Berikut petikan wawancara dengan Jubir HTI Ismail Yusanto.

    Bagaimana tanggapan Anda terhadap tragedi pembagian zakat di Pasuruan?

    Ini adalah sebuah potret yang luar biasa dari kapitalisme di mana ada segelintir orang yang menikmati kekayaan luar biasa sementara lebih banyak lagi orang yang berada di lembah kemiskinan yang luar biasa. Kita lihat, hanya dengan uang Rp30 ribu mereka rela bertaruh nyawa dalam berebut dengan yang lain. Sekaligus ini juga wujud dari ketidakpekaan pemerintah termasuk yang membagikan zakat. Kalau kita baca dari media massa, sebenarnya lolongan minta tolong itu sudah terdengar, tapi mereka terus melanjutkan pembagian zakat. Baru setelah ada yang meninggal baru pembagian itu dihentikan.

    Apakah ini mengindikasikan kemiskinan di Indonesia semakin parah?

    Iya. Saya kira itu sangat jelas. Dan mereka tidak memiliki jalan keluar mengatasi kemiskinannya. Karena itu begitu ada pembagian Rp30 ribu saja, mereka mau berdesak-desakan, hingga ada yang tewas dan pingsan. Ketika ada yang diwawancara oleh televisi terhadap orang yang ikut dan ditanya apakah akan datang lagi tahun depan. Wanita itu bilang, “Ya.”. Ini menunjukkan seolah mereka memang tidak punya pilihan lagi yang bisa mereka tempuh dalam situasi yang sangat berat ini.

    Apakah ini berarti bahwa pernyataan pemerintah telah berhasil mengentaskan kemiskinan itu bohong? Baca entri selengkapnya »

    Ditulis dalam 1 | 2 Komentar »