Ditulis oleh canaprasetya di/pada Agustus 10, 2008
Oleh : Cana Prasetya, S.H
Tekanan yang hebat terhadap dakwah di Makkah menyebabkan Rasulullah SAW memerintahkan sebagian kaum Muslimin untuk hijrah ke Habasyah, sebuah negeri Nasrani yang dipimpin oleh Najasyi, seorang raja yang dipandang cukup adil terhadap rakyatnya. Puluhan sahabat Rasulullah menetap di wilayah Nasrani tersebut.Selamasepuluh tahun hidup di negeri orang, tentu bukan waktu yang sedikit untuk sebuah interaksi sosial yang bisa saling mempengaruhi. Ubaidillah bin Jahsy adalah salah seorang dari rombongan kaum Muslimin yang terpengaruh oleh budaya dan keyakinan masyarakat setempat. Awalnya ia tergoda untuk mengunjungi warung-warung minuman keras orang Habasyah. Selanjutnya, karena sering berada di tempat bermabuk-mabukan itu, lama-kelamaan pergaulannya dengan rakyat Habasyah membuat keyakinan dan perilakunya berubah drastis. Puncaknya, Ubaidillah keluar dari Islam alias murtad.
Dalam sejarah Islam, barangkali Ubaidillah bin Jahsy adalah fenomena pertama runtuhnya semangat keislaman akibat terkikis oleh arus lingkungan.
Sukar dibayangkan bagaimanakah seorang aktivis dakwah melarikan diri ke jalan yang bertentangan dengan tujuan dakwahnya sendiri? Tetapi inilah kenyataannya. Tidak sedikit kasus yang mencerminkan realitas orang-orang yang terpental dari jalan kebenaran. Dalam salah satu riwayat dikisahkan, suatu ketika dalam perang Hunain, Abu Hurairah melihat laki-laki yang bertempur dengan sangat gigih dan membunuh banyak musuh. Dengan luka parah ia kemudian kembali dari pertempuran. Tetapi kemudian esoknya laki-laki itu meninggal. Mengetahui hal itu Rasulullah justru berkata, “Dia masuk neraka.” Sebagian kaum Muslimin sempat meragukan pernyataan Rasulullah tersebut. Namun kemudian tersebarlah berita bahwa sesungguhnya laki-laki yang terluka sangat berat itu pada malam harinya tidak sabar atas sakitnya, kemudian ia bunuh diri. Berita itu kemudian disampaikan kepada Rasulullah. Maka beliau bersabda: “Allahu Akbar! Saksikan bahwa sesungguhnya aku adalah hamba Allah dan utusan-Nya.“ Rasulullah selanjutnya berpidato di hadapan para sahabat.“Sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali seorang yang jiwanya menyerahkan diri (kepada Allah). Dan sesungguhnya Allah mengokohkan agama ini dengan orang-orang yang berdosa (fajir).” (HR Muslim) Ada sebuah cerita ni…dizaman
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Dakwah | Leave a Comment »
Ditulis oleh canaprasetya di/pada Agustus 9, 2008
Oleh: Ir. Agus Priyono, MS
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (QS. An-Nisa 65).
“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (sistem hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (sistem hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin” (QS. Al-Maidah 50).
Beberapa waktu lalu, Senin, 12 November 2007, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang memperoleh penghargaan Democracy Award yang diberikan oleh Asosiasi Internasional Konsultan Politik (IAPC) di Bali. Penghargaan tersebut, menurut presiden IAPC, Ben Goddard, diberikan atas keberhasilan Indonesia menjadikan negara yang mampu menjalankan sistem demokrasi.
Pertanyaan yang perlu diajukan, benarkah sistem demokrasi yang diterapkan negeri mayoritas berpenduduk muslim ini sudah mampu memberikan kesejahteraan, ketentraman, kedamaian dan keamanan bagi rakyatnya?
Secara mendasar, teori demokrasi adalah pemerintahan yang meletakkan kedaulatan di tangan rakyat. Para pemimpin yang diangkat dalam sistem demokrasi terikat dengan kontrak sosial untuk melaksanakan aspirasi rakyat. Adanya kritik, koreksi bahkan pemecatan pemimpin dalam sistem demokrasi, seluruhnya terkait dengan aspirasi rakyat. Intinya, kekuasaan ada di tangan rakyat.
Makna-makna ini berbeda dan sangat bertentangan dengan hukum-hukum Islam. Dari aspek kekuasaan legislatif dan hak pembuatan sistem, Islam telah memberikannya terbatas kepada Allah dan Rasul-Nya, di mana sumbernya adalah Al Qur’an dan As Sunnah. Dalam Islam, ummat tidak mempunyai hak untuk keluar dari satu nash Islam-pun, meski semuanya sepakat mengenai hal itu. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Tsqofah | Leave a Comment »
Ditulis oleh canaprasetya di/pada Agustus 8, 2008
Amerika kembali menunjukkan campur tangannya di negeri Muslim terbesar ini. Sebanyak 40 anggota Kongres AS melayangkan surat yang ditujukan langsung kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pembebasan segera tanpa syarat dua anggota OPM, Filep Karma dan Yusak Pakage, yang dijatuhi hukuman sejak April 2005 karena mengibarkan bendera bintang kejora di Abepura pada 1 Desember 2004.
“Kami, para anggota Kongres AS, yang bertanda tangan di bawah ini dengan hormat meminta Bapak (Presiden Yudhoyono, red) memberikan perhatian terhadap kasus Filep Karma dan Yusak Pakage, yang pada Mei 2005 dijatuhi hukuman karena keterlibatan mereka dalam kegiatan damai yang dilindungi hukum, yaitu bebas mengeluarkan pendapat, di Abepura, Papua, pada 1 Desember 2004,” demikian salah satu isi surat dari Kongres Amerika tersebut.
Surat tersebut dialamatkan kepada Yudhoyono dengan penulisan alamat “Dr. H Susilo Bambang Yudhoyono, President of the Republic of Indonesia, Istana Merdeka, Jakarta 10110, Indonesia”, seperti dikutip Kantor Berita Antara. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Politik Islam | Leave a Comment »
Ditulis oleh canaprasetya di/pada Agustus 8, 2008
HARAP DIBACA, MUDAH2AN ANDA TIDAK MELAKUKAN HAL YANG SERUPA!!
1. “Jangan charge HP anda semalaman dan JANGAN ditaruh dekat anda ketika mencharge.”
2. “Jangan pernah menjawab panggilan masuk ke HP saat sedang di charge!!”
Beberapa hari yang lalu, seorang laki2 sedang mencharge HP di rumahnya. Disaat yang bersamaan, ada telepon masuk dan dia menjawabnya saat HP tersebut masih tersambung ke kontak listrik.
Setelah beberapa detik, arus listrik masuk ke HP tanpa kendali dan pria muda tersebut terlempar ke lantai dengan kerasnya. Orangtuanya bergegas datang ke kamarnya dan menemukan dirinya pingsan, dengan detak jantung yang lemah dan jari terbakar. Dia dilarikan kerumah sakit terdekat, tapi “jiwanya sudah tak tertolong lagi” ketika sampai dirumah sakit.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam 1 | 1 Komentar »
Ditulis oleh canaprasetya di/pada Agustus 1, 2008
Ancaman yang sangat keras bagi wanita yang suka ber-tabarruj adalah bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam api neraka dan diharamkan masuk surga. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.
“Ada dua macam penghuni neraka yang belum pernah aku lihat, suatu kaum yang membawa cambuk (cemeti) seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk mencambuki manusia dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka berjalan sambil melenggak-lenggokkan (pinggulnya) dan kepala-kepala mereka laksana punuk onta yang melenggak-lenggok. Sekali-kali mereka tidak akan pernah masuk surga dan juga tidak akan pernah mencium baunya padahal bau surga bisa tercium dari jarak perjalanan seperti ini dan ini.” (HR. Muslim dalam shahihnya, juz VI hal 168).
Tabarruj adalah perilaku seorang wanita yang mempertontonkan perhiasan dan kecantikannya maupun hal-hal lain yang dapat menimbulkan fitnah dari tubuhnya kepada laki-laki yang bukan mahramnya, memamerkan baju dan perhiasannya serta memamerkan diri, baik dengan gaya berjalannya, lenggak-lenggok (pinggul) maupun aroma tubuhnya di hadapan mereka. (Tafsir Ayatul Hijab, karya Asy-Syaik Abu Ala Al Maududy hal : 13) Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Campur | Leave a Comment »