MENCARI HUKUM ALLAH

“Sesungguhnya Hak Pembuat Hukum Hanyalah Allah swt”

  • Komentar Terakhir

    infogue di Penyebab Kecelakaan, Rok Mini…
    Esa di Kaulah jadi Penguasa Hati…
    Esa di Jubir HTI Ismail Yusanto: Cerm…
    Refa di Buku Tamu
    dayati di Akibat menerima Telpon Saat HP…
    arRa II di GEMBONG2 MUNAFIK
    ressay di Jubir HTI Ismail Yusanto: Cerm…
    baguscokie di Down Load
    canaprasetya di Khilafah Bukan Sistem Tot…
    den Koplak di Pembela Akidah yang Vokal itu …
  • IP
  • Arsip

  • Flickr Photos

    Eid mubarak :)

    More Photos
  • Tulisan Teratas

  • Arsip untuk Juli 26th, 2008

    Ismail Yusanto (Jubir HTI): Perlu Kerjasama Antar Gerakan

    Ditulis oleh canaprasetya di/pada Juli 26, 2008

    HTI-Press. Banyaknya gerakan Islam harus disikapi secara positif selama masing-masing gerakan berada dalam koridor Islam dan saling menjaga ukhuwah islamiyah, tidak saling ‘menistakan’ satu sama lain. Lalu bagaimana dengan keberadaan Hizbut Tahrir (HT) sendiri—sebagai salah satu elemen gerakan Islam—dalam konstelasi pergerakan Islam? Bagaimana sikap HT terhadap berbagai gerakan Islam lain? Bagaimana pula sikap HT terhadap gagasan penyatuan antargerakan Islam? Untuk menjawab beberapa pertanyaan di atas, berikut ini redaksi mewawancarai Jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) M. Ismail Yusanto (Redaksi)

    Gerakan Islam di Indonesia dan dunia begitu banyak. Bagaimana Hizbut Tahrir (HT) memandang fenomena ini?
    Banyaknya gerakan Islam, menurut saya, kita tanggapi saja secara positif sebagai keragaman bentuk partisipasi umat dalam upaya untuk memajukan Islam. Maksudnya, itu menunjukkan semangat umat dengan caranya masing-masing memberikan segala yang dimilikinya untuk membuat Islam menjadi lebih baik dari kondisi yang ada sekarang.
    Masalahnya, yang diperjuangkan oleh gerakan-gerakang Islam itu bermacam-macam.
    Bahwa gerakan-gerakan itu begitu beragam baik dari segi pemikiran maupun orientasi geraknya merupakan konsekuensi dari kondisi Islam dan umatnya saat ini. Setelah tidak ada kehidupan Islam, ibarat buku, Islam adalah buku terbuka yang siapa saja bisa membaca, memahami, dan menginterpretasikannya. Dalam kondisi seperti ini, tidak ada satu pun pihak yang merasa otoritatif bisa memegang kendali interpretasi terhadap Islam dan bagaimana memperjuangkannya. Oleh karena itu, banyaknya gerakan Islam merupakan konsekuensi dari keterbukaan itu dan secara positif bisa dilihat sebagai cermin dari semangat umat untuk dengan berbagai cara berperan serta dalam upaya memajukan Islam.
    Baca entri selengkapnya »

    Ditulis dalam Gerakan Anti Penindasan | Leave a Comment »

    Golput Pun Kembali Memenangi Pilkada

    Ditulis oleh canaprasetya di/pada Juli 26, 2008

    Semua kandidat dalam Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Jawa Timur, Rabu (23/7), kalah telak! Kandidat itu paling tinggi meraih 25,51 persen suara (Karsa), lalu Kaji (25,36 persen), SR (22,19 persen), Salam (19,39 persen), dan Achsan hanya 7,55 persen. Semua gara-gara Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan atas UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

    Kandidat yang sudah lelah dan capek mengeluarkan uang untuk kampanye mau tidak mau harus mengulang ke pilkada putaran kedua, sekitar tiga bulan lagi, karena tidak ada yang meraih suara di atas 30 persen. Terutama, pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) dan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Kaji), dua pasangan yang meraih suara terbanyak pada putaran pertama sesuai hasil prediksi Kompas dan sejumlah lembaga survei lain.

    Pemenang pilkada kali ini, seperti sejumlah pilkada lainnya, justru golongan putih atau golput. Mereka adalah pemilih yang sengaja tidak menggunakan hak pilih mereka atau tidak mendatangi tempat pemungutan suara (TPS). Angkanya mencapai 39,2 persen. Golongan tak berwarna ini paling besar justru ada di tlatah atau wilayah kebudayaan Pandalungan, yang mencapai 41,3 persen, di sekitar Kabupaten Jember, Probolinggo, Situbondo dan sekitarnya.

    Baca entri selengkapnya »

    Ditulis dalam Gerakan Anti Penindasan | Leave a Comment »